Posted by Mohammad Ahsan – 19 Desember 2011
Mohammad Ahsan, begitulah Bapak Tumin Atmadi dan ibu Siti Rohanah memberi nama kepada saya, ya merekalah orang tua saya. Saya lahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak perempuan saya bernama Nisa Tartiela, dan kakak laki-laki saya bernama M. Askyuru.
Dulu kami bertiga diperkenalkan ke bulutangkis sama Ayah dan Ibu, tetapi ternyata sepertinya hanya saya yang ditakdirkan untuk menjadi atlet bulutangkis nasional hehehe.. dan bisa seperti sekarang membawa nama Indonesia di berbagai ajang internasional.
Orang tua saya masih tinggal di Palembang, kampung halaman saya. Tapi kalau kedua kakak saya sudah tinggal di Jakarta. Kadang saya main ke tempat mereka kalau lagi libur latihan. Apalagi saya sudah punya keponakan, jadi kadang kangen sama keponakan yang lucu-lucu.
Saya punya tiga orang keponakan, entah mereka akan mengikuti jejak saya menjadi atlet bulutangkis atau tidak, semuanya terserah orang tuanya saja. Saya sebagai paman hanya bisa memberi contoh yang baik hehe..
Sepertinya segitu dulu ya ceritanya, saya mau istirahat dulu nih. Setiap hari latihan ada dua sesi, bisa kalian bayangkan bagaimana capeknya jadi atlet.
sampai jumpa lagi di cerita lain dari saya berikutnya, tunggu tanggal mainnya
he..he..he..
Adapted from: http://www.pbdjarum.org/blogminton/detil/58/lahir-sebagai-anak-bungsu

Tanggal 4 November 2011 kemarin, tepatnya Hari Jum’at, alhamdulillah, Nisa diberi kesempatan oleh Tuhan, untuk merayakan hari jadi Nisa lagi ❀◕ ‿ ◕❀. Hari itu, ulang tahun pertama Nisa di SMA.